Jumat, 25 Juli 2014

Istilah - Istilah dalam Kegiatan Panjat Tebing

Istilah Panjat Tebing
Ada beberapa Istilah - Istilah dalam Kegiatan Panjat Tebing yang tentunya sangat penting untuk di ketahui apalagi bagi para Climber baik itu pemula maupun yang sekedar Gemar melakukan Aktifitas Panjat Tebing.

Adapun Istilah - Istilah dalam Kegiatan Panjat Tebing tersebut, Yakni :
  • Aid Climbing ; Suatu tehnik memanjat tebing dengan menggunakan alat-alat untuk menambah ketinggian. Seperti ascender, tali statis, stirrup dan lainnya.
  • Cheater Stick ; Dapat secara kasar sebagi si tongkat curang. adalah sejenis pengait yang dapat dihubungkan dengan dengan runner/carabinner, dengan begini pemanjat dapat melewatkan beberapa pengaman tetap (hanger)
  • Chiken Bolt ; Baut yang ditempatkan oleh pemanjat awal, karena tak cukup berani memanjat suatu bagian tebing tertentu tanpa tambahan baut tebing.
  • Cow's Tail ; Sling webbing atau prusik. ujung satunya dikaitkan pada harness, ujung lainnnya dapat dikaitkan pada runner/hanger untuk beristirahat
  • Daisy Chin ; Webbing sepanjang lebih kurang 1 m, yang dijahit dan mempunyai beberapa loop sepanjang selebar 5 cm. Berguna untuk membebaskan runner dengan mengaitkannnya pada runner. Kelebihannnya jarak dari runner, dapat diatur sesuai kebutuhan.
  • Expanding ; Bentuk permukaan batuan tebing, biasnya berupa serpihanyang meregang atau bergerak ketika pengaman yang terpasang terbebani
  • Hanging Belay : Mengamankan pemanjat secara menggantung, disebabkan karena tak adanya teras pada tebing
  • Hauling : Menaikkan atau menurunkan peralatan dengan sistem katrol menggunakan pulley. Biasanya dilakukan dalm multipitch climbing, setelah leader menyelesaikan satu tahapan pemanjatan
  • Jugging : Umum disebut ascending /prusikking. Tehnik meniti tali dengan ascender.
  • Jump Testing : Metode menguji pengaman/runner yang telah terpasang. Caranya dengan menempatkan etrir/stirrup pada pengaman, kemudian injak loop terakhir, sentakkan dengan lompatan-lompatan kecil
  • Manky/Dicey : Batu atau piton yang goyah dam membahayakan.
  • Pendulum : Gerakan mengayun secara horisontal. Umumnya untuk perpindahan dari sisi tebing ke sisi sampingnya, dikarenakan tak ada lagi cacat batuan yang bisa dijadikan tumpuan pemanjatan.
  • Portaledge : Sejenis velbed, yang digantung pada pengaman/hanger. Berguna untuk beristirahat
  • Rivet : Sejenis sekrup dari baja, ditempatkan (diketuk dengan palu tebing) ke dalam lubang tebing yang datar, untuk menjepi rivet hanger. Lebih efesien dari baut tebing, namun tak cukup aman dan kuat
  • Rivet Hanger : Kabel baja berbentuk dua loop yang menyilang, dikaitkan pada rivet (baut tebing)
  • Rurp : Singkatan dari Realized Ultimate Reality Piton. Sebentuk baja tipis sebesar perangko. Dipasang pada celah sempit dan dangkal.
  • Siege Tactic : Tehnik pemanjatan multipitch (banyak tahapan) menggunakan tali tetap (fixed rope). Pada sistem ini perintis jalur dapat turun dan bermalam. Lalu melakukan jugging/prusikking sampai titik terakhir yang dicapai, kemudian melakukan lead climber lagi.
  • Single Push Tactic ; Kebalikan dari Siege Tactic, dimana pemanjat bermalam pada titik terkahir, lalu meneruskannnya
  • Stacking : Mengganjal /menumpuk beberapa piton, berlawanan arah. Ini dilakukan karena celah terlalu lebar untuk satu piton dan tak ada lagi titik yang dapat dijadikan tumpuan pengaman
  • Tag Line : Tali yang digunakan untuk mengendalikan haul bag (tas yang digunakan untuk membawa peralatan) saat melakukan tehnik hauling
  • Tension Traverse : Memanjat bebas ke arah samping dengan menegangkan (tension) tali panjat
  • Tie-Off : Webbing 0,5 inch yang dibuat lingkaran pendek untuk dikaitkan pada piton yang masuk seluruhnya ke dalam celah tebing. Sedang piton yang dilingkari disebut tied-off
  • Tenching : Membor atau memahat pada sudut tebing yang polos (blank) untuk menempatkan alluminium head atau copperhead
  • Zippering : Pemanjat terjatuh dan sebarisan pengaman/ runner tercabut atau terlepas dari posisinya

Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung

Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yang di butuhkan untuk pendakian gunung ada dua jenis yaitu pendakian yang bersifat indivual atau perorangan dan ada juga yg bersifat kelompok atau team. Baik kelompok kecil ataupun besar. Semua itu membutuhkan persiapan juga kelengkapan yang yang cukup agar tidak terjadi hal yg tidak kita alami selama di lapangan atau dalam rimba. 
Adapun Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yg bersifat Individual dan team adalah sebagai berikut :

Perlengkapan dan Peralatan Individual :
  • Carrier / ransel 
  • Boypack ( tas kecil ) 
  • Matras 
  • SB ( Sleeping Bag ) 
  • Sepatu treking ( sepatu gunung ) / sandal gunug 
  • Ponco / jas hujan / rain coat  
  • Jaket / sweeter 
  • Celana lapangan + baju lapangan 
  • Perlengkapan mandi 
  • Pakaian ganti 
  • Kaus kaki + Sarung tangan 
  • Masker + kupluk 
  • P3K 
  • Alat tulis Peluit , lampu senter  
  • Cermin 
  • Plastic besar

Perlengkapan dan Peralatan Kelompok / Team  :
  • Tenda dome 
  • Kompor · Kompor gas · Trangia paraffin · Kompor minyak · Kompor spritus Kompor ini bisa di pilih dan di pakai salah satu. 
  • Bahan bakar · Minyak tanah · Bahan bakar padat ( paraffin ) · Abu gosok · Kertas Korek api 
  • Peralatan navigasi · Peta topografi · Kompas · GPS · Pinokular · Penggaris , busur derjat, pensil, dll 
  • Parang / golok tebas 
  • Webbing , tali pramuka, tali plastic
  • Perlengkapan masak dan makan · Piring · Sendok + garpu · Canggir · Nice thing · Tissue · Victorinox / pisau multi, pisau lipat, dll, 
  • Logistic / bahan makanan 
  • Perlengkapan P3K · Perban , Handiplas / plaster, · Obat flu + obat sakit kepala + obat merah · Minyak krim pereda otot · Oralit / obat diare · Gunting kecil, pisau lipat dll, 
  • Plastic / kantung sampah jangan pernah meninggalkan sampah yang kita bawa. hutan tak kan tecemari juka bukan ulah kita sendiri.

 Catatan :
  • Bawalah Perlengkapan dan Peralatan Mendaki Gunung yang seperluhnya saja, Membawa Peralatan atau Perlengkapan yang tidak sesua standar Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung akan menyulitkan sendiri saat mendaki Gunung
  • Jangan hanya  Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yang diutamakan dan slalu diingat untuk dibawah pulang tetapi TOLONG bawalah sampah bekas makanan ataupun sisa makanan , jika tidak sempat setidaknya simpan ditempat yang bisa tau memungkinkan untuk dibakar (Ingat ...jangan sampai Hutan ikut terbakar).

Masalah Yang Sering Dihadapi Dalam Survival

Masalah Yang Sering Dihadapi Dalam Survival merupakan masalah yang selalu hadir dan selalu dihadapi dalam Kegiatan Survival, Masalah- Masalah ini adalah masalah yang tidak bisa dan tidak mudah untuk dihindari dan terhindar dari kegiatan Survival.

Masalah Yang Sering Dihadapi Dalam Survival yang sering di hadapi dalam kegiatan Survival, yakni : 
  1. Masalah Alam (Cuaca, Keadaan Medan dll)
    Masalah dalam hal ini yang sering muncul, yakni :
    • Faktor Dingin Penurunan suhu tubuh lebih dari 350 dapat menyebabkan kematian. Penurunan suhu tubuh dari suhu normal ini biasa disebut Hypothermia/Hipotermia Cirri-ciri Hypothermia :
      • Badan menggigil kedinginan 
      • Bibir, ujung jari dan telinga terasa dingin dan membiru (pucat) 
      • Kaku dan terasa sulit saat berbicara (kondisi ini menunjukan penderita mengalami tahap kritis/parah) Pencegahannya :
        Mengganti energy melalui metabolisme tubuh
        Membuat bivak/shelter
        Menyalakan/membuat perapian (api unggun)
        Usahakan untuk mencari pertolongan secepatnya

    • Faktor Panas Menurut beberapa ahli “panas jarang menyebabkan kematian tetapi bukan berarti tidak ada kematian yang disebabkan oleh panas”. Gangguan yang disebabkan panas diantaranya :
      • Sunstroke (Sengatan Sinar Matahari) 
      • Sunburn (Terbakar Matahari) 
      • Sunblink (Buta Akibat Pantulan Matahari) 
      • Combustio (Luka Bakar) 
      • Heat Exhaustion (Kelelahan/Keletihan Karena Panas)
    • Dan Faktor-Faktor Lainnya
      • Masalah Diri Sendiri
        1. Faktor Fisik
        2. Faktor Mental Adapun faktor keberhasilan survival diantaranya adalah sebagai berikut :
          Kebulatan tekad untuk tetap hidup Kepercayaan diri
          • Akal sehat dan inisiatif
          • Disiplin dalam rencana kegiatan
          • Alat survival yang memadai 
        3. Faktor Pengetahuan Dan Keterampilan

      • Masalah Makhluk Hidup Lainnya
        1. Faktor Diri Sendiri Prinsip yang perlu untuk di ingat :
          • Hadapi situasi dengan tenang dan bijaksana
          • Istirahat untuk menghilangkan rasa cemas, takut dan panik
          • Perhatikan kondisi tubuh
          • Ingat pengetahuan yang dimiliki 
        2. Faktor Manusia Masalah yang berpengaruh adalah menghadapi manusia/penduduk asli, perlu di ingat :
          • Hormati adat istiadat setempat
          • Ikuti kebiasaan yang berlaku
          • Selalu bertindak dengan sopan. 
        3. Faktor Binatang Kenali sifat-sifat binatang, segera lakukan tindakan untuk menghindari hal-hal yang mengancam jiwa kita  
        4. Faktor Tumbuhan Jangan memakan tumbuhan yang ada sebelum yakin bahwa tumbuhan tersebut mengandung racu.

Jumat, 11 April 2014

KODE ETIK PECINTA ALAM


kode etik pecinta alamPecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa
Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.
Disyahkan dalam :
Forum Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974

Membuat Api Unggun


Api unggun adalah salah satu hal penting dalam survival ataupun berkemah ketika kita berada di hutan. Api unggun mempunyai fungsi untuk menjaga diri kita dari binatang buas, menghangatkan diri, isyarat keadaan bahaya, atau sebagai perapian untuk memasak makanan.
api unggunBerikut beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam membuat api unggun:
  • Pemilihan lokasi untuk membuat api unggun.
  • Alat dan bahan yang tersedia di sekitar tempat kita berkemah.
  • Waktu yang diperlukan.
  • Arah angin, agar api unggun aman dan bertahan lama.
Untuk pemilihan tempat, hal-hal dibawah ini akan membantu anda membuat api unggun:
  • Terlindung dari angin.
  • Tempatnya kering.
  • Tersedia banyak bahan bakar yang mudah dikumpulkan.

Yang Harus Diperhatikan saat Membuat Api

Pilihlah tempat yang terlindung. Kecuali untuk keperluan sinyal atau tanda bahaya, jangan menyalakan api dibawah pohon. Bersihkan dedaunan, ranting-ranting, jamur dan rumput kering dalam radius 2 m melingkar sampai mendapatkan permukaan tanah kosong agar api unggun tidak menjalar dan membakar hutan. Jika tanah lembab atau basah, buatlah alas dari batang kayu dan lapisi dengan tanah, atau alasi dengan batu
Untuk membuat api, kita harus memahami bahwa api akan terjadi karena oleh tiga hal, yaitu: udara, panas dan bahan bakar.
Sebetulnya jika kita berada di perkotaan, membuat api bukanlah hal yang sulit di lakukan, akan tetapi jika kita berada di tengah hutan sementara alat pembuat api tidak tersedia, maka kita harus memiliki kemampuan untuk menciptakan api dari bahan-bahan yang tersedia di alam sekitar kita.
Api tersebut dibuat dari tiga material:
  • Penyala Api: material kering yang akan menyala oleh panas atau percikan api. Kita harus menyediakan material yang benar-benar kering agar api cepat menyala. Misalnya: kayu yang diserut, lumut kering, pakis mati, daun-daun kering, serbuk kayu, kain kasa, jerami, bambu serut.dll
  • Pemancing api: material ini kita persiapkan dan akan ditambahkan setelah percikan api terjadi. Material ini akan semakin meningkatkan besarnya api. Misalnya: potongan ranting, potongan kayu kecil, kulit kayu kering dll.
  • Bahan bakar: kayu, bambu, rumput kering, daun kering, kotoran hewan kering, dll.
Kadang-kadang menyalakan api unggun bisa jadi sebuah pengalaman yang benar-benar merepotkan, jika kita belum punya pengetahuan dasar dalam membuatnya. Bukannya membuat api unggun yang bertahan lama, malahan bisa jadi menghabiskan korek api atau bahan bakar. Petunjuk singkat berikut ini bisa membantu untuk membuat api unggun.
  • Sebaiknya kita membuat sebuah tempat khusus yang membatasi api unggun. Bisa dengan tumpukkan batu-batu yang mengelilingi kayu bakar, atau bisa membuat galian.
  • Kumpulkan kayu, ranting, daun, sampah yang kering dan mudah terbakar.
  • Tumpuk kayu-kayu kering yang berdiameter besar di posisi paling bawah, disusul diameter yang lebih kecil di atasnya dalam posisi saling-silang agar mudah terbakar dan udara dapat masuk melalui celah-celahnya.
  • Tutupi dengan daun-daun kering atau sampah, di atasnya secukupnya.
  • Bakarlah daun / sampah, untuk menjadi pemicu api.
  • Jika api sudah mulai membesar, tumpuklah dengan ranting-ranting kecil di atasnya
  • Perlahan-lahan pertahankan agar nyala api konstan atau bertambah besar, jangan tergesa-gesa menambahkan ranting diatasnya.
  • Jika api mati dan hanya tersisa bara, tiup-tiuplah di satu titik sampai api itu besar dengan sendirinya, kemudian tambahlah daun kering atau sejenisnya.

Tips Singkat Membuat Api

Jika ingin berkemah untuk waktu yang agak lama dan tidak ingin kehilangan api unggun, cari dan susun kayu kering yang berdiamater lumayan besar di posisi paling bawah, jika kita akan tidur tambahkan selalu kayu yang berdiameter besar dan sisakan bara, agar api unggun besok pagi masih dapat menyala. Kita tinggal menambahkan ranting atau daun kering dan meniup-niup baranya.
Walaupun membuat api unggun tampak mudah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar api unggun dapat bertahan dengan baik dan tetap terkendali.
  1. Pastikan kayu yang kamu gunakan benar-benar kering.
  2. Jangan membakar semua kayu sekaligus, tetapi harus bertahap.
  3. Perhatikan sirkulasi udara! Api membutuhkan udara untuk membesar.
  4. Jika terjadi hujan, tutupi bara api dengan semak-semak atau apapun, sehingga saat hujan reda kita dapat membesarkan api unggun itu kembali.
  5. Pastikan padamkan api unggun jika sudah tidak membutuhkannya.
Semakin kita sering menyalakan api unggun, akan semakin mahir kita melakukannya.
Jagalah Kelestarian Alam……..

Pedoman Penting Survival


Jika anda berpetualang di hutan belantara kemudian tersesat, resiko seperti ini harus dimengerti terutama bagi petualang pemula. Oleh karena itu sebelum menjelajah anda harus membekali diri dengan pengetahuan dasar bagaimana cara bertahan hidup di hutan.
Pengetahuan ini dinamakan Teknik Survival atau Bertahan Hidup. Untuk bertahan hidup ada beberapa kondisi minimum yang harus dimiliki oleh seorang petualang, terutama dalam hal mencari dan menemukan makan dan minum di hutan belantara.
Anda dilarang asal-asalan memilih calon sumber makanan jika berada di hutan. Karena calon sumber makanan itu harus lolos seleksi dahulu supaya tidak mengakibatkan beberapa hal yang membahayakan, misal: keracunan, gatal-gatal, alergi, infeksi, mual, mencret bahkan yang fatal dapat mengakibatkan kematian.

Menemukan Makanan di Hutan

Berikut beberapa pedoman penting kita menemukan calon sumber makanan kita di hutan:
1.  Pilih tumbuhan yang dimakan monyet/kera.
Secara genetik primata ini yang paling menyerupai manusia, otomatis makanan yang mereka makan akan lebih mudah diterima oleh pencernaan kita.
2.  Anda dapat mencari atau berburu hewan
Misal: Ayam hutan, burung, jangkrik, serangga, kelelawar, katak, tikus, cacing dll
3.  Hindari tumbuhan berbulu.
Tumbuhan berbulu, tidak bisa dicerna oleh organ pencernaan manusia. Kalau tetap nekat memakannya, Anda bisa mengalami iritasi organ pencernaan.
4.  Hindari Tumbuhan yang mengandung banyak getah.
Tumbuhan bergetah biasanya gatal dan menyebabkan keracunan.
5.  Hindari tumbuhan yang berbau tidak sedap atau menyebabkan pusing
6.  Carilah umbi dari tanaman
Misal: bengkoang, talas, kentang, dll
7.  Carilah Batang yang dapat dimakan.
Misal: tebu, rebung, batang pisang, dll
8.  Carilah Daun yang dapat dimakan
Misal: selada air, daun paku, daun singkong, daun pakis, dll
9.  Jika terpaksa carilah Jamur.
Hindari yang berwarna mencolok, baunya menyengat, mengeluarkan getah, tumbuh di kotoran hewan dan berbintik-bintik kontras.
Setelah anda menyeleksi calon makanan itu, sebelum anda makan sebaiknya anda rebus terlebih dahulu sampai matang.
Namun jika anda masih curiga dengan tumbuhan yang sudah anda seleksi tadi, anda dapat mengetes sekali lagi apakah Tumbuhan dan Jamur yang anda temukan memang dapat anda makan.
Berikut tipsnya supaya terhindar dari kesalahan menemukan calon bahan makanan:
  1. Coba sayat dan gesekkan calon makanan pilihan Anda di telapak tangan dan tunggulah sekitar 5-10 menit. Jika menimbulkan iritasi jangan dikonsumsi karena bisa berbahaya untuk pencernaan. Rasa gatal itu akibat zat-zat yang terkandung di dalam daun itu. Artinya zat-zat tersebut tidak ramah untuk tubuh manusia.
  2. Jika tes pertama lolos, sayat tumbuhan itu kemudian oleskan di pipi, tunggu 5-10 menit. Jika menimbulkan rasa gatal, berarti anda wajib menghindarinya.
  3. Jika tes kedua lolos, sayat sekali lagi da oleskan di permukaan bibir anda, tunggu 5-10 menit. Jika menimbulkan gatal atau bercak-bercak di sekitar bibir, berarti anda harus membuangnya.
  4. Jika tes ketiga lolos, anda mulai dapat mencicipinya sedikit, kemudian tunggu 5-10 menit. Jika terasa gatal atau panas di tenggorokan atau mual atau pusing. Segera hentikan dan buang.
  5. Jika tes keempat lolos anda dapat mulai memasaknya dengan sedikit garam untuk menetralisir kemungkinan bakteri dan racun yang ada. Kemudian anda dapat nikmati makanan itu.

Bagaimana Menemukan Air di Hutan

Sedang untuk memperoleh air anda dapat mendapatkannya dengan:
  1. Mengumpulkan dari embun pagi.
  2. Dari air hujan.
  3. Dari tetes air di ujung-ujung daun.
  4. Dari cerukan atau retakan batu.
  5. Dari perasan lumut.
  6. Dari buah atau tanaman yang mengandung banyak air.
Semoga ulasan ini dapat menjadi sedikit bekal pengetahuan agar kita tidak panik dan tetap dapat bertahan hidup jika kita tersesat di hutan dan tidak lagi memiliki makanan dan air lagi.
Sebab dengan makan dan minum diharapkan kita akan tetap dapat berpikir memecahkan masalah atau untuk mencari cara agar bantuan datang.


Selamat Berpetualang….

Menjadi Backpacker Pemula Apa Yang Mesti Disiapkan dan Diketahui?



Anda suka traveling? Pengen merasakan petualangan sampai pelosok negri atau ke ujung dunia? Banyak yang menjawab “pengen” “iya” “mau”. Tapi, banyak orang berpendapat bahwa traveling itu mahal dan ribet. Sehingga mereka terpaksa memendam hasrat traveling itu. Padahal seharusnya traveling itu gampang dan menyenangkan. Tiap orang butuh berganti suasana sejenak dan lepas dari rutinitas harian.
Sebenarnya, traveling itu nggak melulu mahal. Ada banyak cara untuk jalan-jalan murah. Menjadi backpacker atau berjalan-jalan ala backpacker yang merupakan salah satu cara untuk jalan-jalan murah. Sayangnya, masih banyak orang yang beranggapan jadi backpacker itu ribet karena semuanya harus diurusin sendiri.
Mengapa menjadi Backpacker
1. Berpetualang itu menyenangkan.
2. Lebih mengenal spot wisata dan kaya pengalaman.
3. Menambah banyak teman.
4. Backpaker itu murah dan mudah.
5. Jalan-jalannya jadi lebih berkesan.
6. Penuh tantangan.
7. Mendapatkan banyak pelajaran kehidupan.
Petualang sejati bukan hanya mengandalkan fisik semata namun juga pemikiran dan mental baja!
Apa sih backpacker itu? Backpacker itu berkelilin dan berpetualang dengan biaya yang murah/minim. Pendapat lain menyatakan bahwa backpacker juga bisa berarti suatu perjalanan internasional secara independent. Menjadi backpacker juga diidentikkan dengan melakukan pengembaraan. Backpacker sekarang sudah menjadi sebuah  trend, terutama ketika orang mulai memilih melakukan petualangan serba sendirian atau melakukan perjalanan dengan biaya yang sangat murah. Ketika orang sudah mulai menyadari bahwa bepergian tidak  lagi harus dengan biaya yang mahal.  Dari sini kemudian berkembang beberapa istilah baru seperti flashpacking, campervan, dll.
Bagaimana melakukan backpacker? Mengingat backpacker adalah independent traveling atau bepergian secara sendirian atau dalam kelompok kecil, dengan biaya yang murah/rendah, untuk itu sangat dibutuhkan persiapan.

Perencanaan dan Manajemen menjadi Backpacker

Perencanaan adalah penting dan mutlak dilakukan, karena ini adalah titik awal dari semua petualangan di lokasi yang kemungkinan belum pernah dikenal oleh seorang backpacker. Perencanaan yang matang tidak hanya memberikan latar belakang lokasi yang akan dituju akan tetapi juga bekal pengetahuan untuk menghadapi permasalahan yang kemungkinan terjadi.
Proses perencanaan perjalanan antara lain :
  • Menentukan destinasi tempat atau Negara yang akan dituju.
  • Menentukan apa yang hendak dilakukan disana : sekedar jalan, mempelajari budaya, kursus, belajar, konferensi, belanja, dll ?
  • Mencari informasi tentang tempat yang dituju.
  • Kondisi  sosial, ekonomi dan politiknya negara atau lokasi tujuan. Amankah untuk bepergian kesana?
  • Persyaratan administratif : Pasport, perlu visa atau tidak, bagaimana mengurus visa, bagaimana persyaratannya, travel insurance, currency, surat ijin dll
  • Kondisi alam : cuaca, musim, jarak antara kota, ketersediaan tranportasi
  • Akomodasi : dimana akan tinggal, berapa jauh dari kota, bagaimana kondisi tempat tinggalnya, siapa pemiliknya (jika harus menginap dirumah orang), berapa jauh dari pusat perbelanjaan/toko (minimal untuk mencari makan), bahasa, jaringan telekomunikasi dll
  • Budget : tiket, transportasi selama backpacker, penginapan,  makan, keperluan sehari-hari.
  • Sumber Pendanaan : berapa banyak, dari mana sumbernya.

Informasi yang harus diketahui seorang backpacker

Sebagian dari informasi ini bisa dicari dari internet dengan cara mengakses tempat /Negara yang akan kita tujuan lewat google atau lewat wikitravel atau beberapa situs lainnya. Selain lewat internet, buku-buku tentang travelling seperti Lonely Planet bisa dijadikan referensi, serta mencari informasi dan bertanya kepada orang yang pernah pergi ketempat tersebut.

Manajemen Perjalanan menjadi Backpacker

Manajemen Perjalanan adalah hal terpenting dalam melakukan perjalanan dengan budget yang rendah. Terbatasnya biaya dan waktu mengharuskan backpacker untuk melakukan pengelolaan atas biaya, waktu dan kebutuhan secara cermat dan tepat serta hemat.
Mengapa ini penting, contoh tentang tiket, tiket yang murah biasanya bisa dibeli pada saat promo atau jauh-jauh hari. Untuk mendapatkan tiket promo, anda harus rajin-rajin mengecek website maskapai penerbangan. Ada beberapa low budget airlines seperti Air Asia, Cebu, TigerAir, Jetstar yang sering menyediakan tiket promo atau tiket dengan harga yang murah.  Kadang-kadang maskapai penerbangan besar pun melakukan promosi dengan harga special pada musim tertentu. Untuk memudahkan ada baiknya anda subscribe airlines tertentu yang secara rutin mengirimkan newsletter. Biasakan untuk membaca term and condition ketika anda akan membeli tiket. Ini penting jika seandainya anda harus menunda perjalanan atau misalnya penerbangan tersebut dibatalkan.

Backpacker juga butuh Manajemen waktu

Manajemen waktu menjadi penting apalagi kalau anda memiliki kegiatan lain seperti bekerja atau sekolah. Melakukan perencanaan dan manajemen yang baik akan memberikan beberapa kemudahaan untuk melakukan perjalanan secara mudah, murah dan nyaman. Sebagai contoh, pada saat liburan sekolah, harga tiket dan akomodasi biasanya cenderung akan mahal, tetapi sebaliknya pada saat musim masuk sekolah  harga tiket dan akomodasi menjadi cenderung turun dan sangat murah.
Musim Panas (Summer) biasanya bukan saat yang tepat untuk melakukan traveling ke negara-negara  dengan 4 musim, karena umumnya summer adalah puncak kepadatan untuk kegiatan travelling. Disisi lain, musim salju (winter) juga bukan saat yang tepat untuk dikunjungi, walaupun kemungkinan harga tiket murah, bagi orang yang belum terbiasa dengan cuaca yang dingin. Demikian juga ketika negara yang anda tuju sedang ada turnamen besar seperti world cup atau olimpiade. Transportasi dan akomodasi akan naik harganya. Kondisi-kondisi ini akan berdampak pada biaya yang harus anda keluarkan.

Backpacker sangat perlu Jadwal Perjalanan

Jadwal perjalanan adalah hal lain yang harus anda persiapkan. Jadwal perjalanan akan yang teratur akan memberikan kemudahan bagi anda dalam manajemen waktu dan biaya. Biasakan untuk menyusun jadwal perjalanan atau itinerary sebelum anda berangkat. Buat daftar tempat yang akan anda kunjungi. Jika sempat coba cek lokasi melalui peta atau akses ke google map. Dengan perencanaan jadwal yang baik, maka waktu dan biaya perjalanan anda menjadi lebih efisien. Beberapa tempat wisata ada kemungkinan terletak pada satu lokasi dan berdekatan. Sehingga anda tidak perlu mengeluarkan biaya extra untuk transportasi.

Daftar Bawaan Backpacker

Manajemen barang bawaan juga butuh perhatikan. Banyak maskapai penerbangan menerapkan peraturan low price ticket dengan catatan anda dilarang membawa barang bawaan dibagasi, cukup hanya cabin bag saja atau carry-on bag only. Sehingga anda perlu memperhatikan ketentuan ini, jika anda tetap ingin bepergian dengan biaya yang murah. Manajemen barang bawaan sangat berguna, terutama jika anda banyak melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Semakin berat beban bawaan anda, semakin berat beban yang harus ditopang oleh tubuh anda. Tentukan apa yang akan dibawa dan berapa banyak, akan mempermudah anda melakukan perjalanan secara nyaman. Ingat semakin banyak anda membawa barang bawaan semakin banyak yang harus anda jaga. Pilih pakaian dan sepatu yang nyaman dan tidak memerlukan perawatan khusus. Bawa keperluan pribadi seperti obat-obatan secukupnya. Persiapkan kunci gembok dan kunci khusus untuk tas anda, jika anda harus menginap dengan cara sharing. Buatlah daftar barang bawaan agar rapi dan menghindarkan dari barang tertinggal atau tertukar.

Backpacker juga harus  mengontrol diri

Manajemen diri sendiri dengan baik. Banyak kejadian, orang akan kalap dan lupa akan komitmen dan tujuan melakukan perjalanan. Manajemen diri sendiri dan komitmen menjadi penting khususnya dalam mengelola emosi. Biasanya bagi pemula atau orang yang pertama kali berkunjung kesuatu destinasi, akan kehilangan kontrol ketika melihat tempat dan barang bagus. Cara yang terbaik adalah mendisiplinkan diri sendiri untuk fokus pada jadwal yang telah dibuat sebelumnya. Kita bisa saja fleksibel dengan jadwal yang kita buat, namun kembali lagi, jika anda terlalu fleksibel kemungkinan apa yang ingin anda lihat dan lakukan tidak terpenuhi. Bisa jadi anda harus mengeluarkan biaya extra untuk perjalanan tersebut.

Apa yang disiapkan Backpacker?

Jika anda sudah dapat menentukan tempat yang akan dituju dan memperoleh informasi yang cukup, tibalah saatnya untuk melakukan persiapan perjalanan termasuk membeli tiket, mengurus keperluan perijinan dan menyusun jadwal perjalanan. Pastikan semuanya sudah tersusun secara rapi dan memenuhi apa yang anda ingin lakukan dan lihat. Mengurus segala sesuatunya sendiri akan lebih murah dibandingkan mengunakan jasa orang lain. Mempersiapkan daftar barang bawaan. Kedengarannya memang lucu jika kita harus menyusun barang bawaan, akan tetapi jika anda melakukannya, list ini akan membantu anda mengawasi barang bawaan anda selama diperjalanan.
Mulai mencari info rate hotel atau penginapan murah di hostelbookers atau hostelworld. Yang murah umumnya kamar-kamar dormitory, sekamar beramai-ramai, bisa ber-6 sampai ber-10 orang dalam satu kamar. Kita bayar per bed/malam. Jika menginap di dormitory room, sebaiknya saat tidur, barang-barang berharga, gadget dll disimpan dalam deposit box. Biasanya kita diminta uang jaminan untuk deposit box, dan uangnya akan dikembalikan saat kita check out dari hostel tersebut.
Biasakan diri untuk membaca informasi yang tersedia. Membaca adalah salah satu kelemahan orang Indonesia. Biasanya orang Indonesia malas untuk membaca. Ada banyak informasi yang sangat berguna yang sering dilewatkan oleh kita karena kita malas membaca. Biasakan diri membaca karena memberikan banyak keuntungan ketika kita melakukan perjalanan.

Yang paling penting keselamatan tetap nomer 1
Selamat berpetualang…………

Mendaki Gede – Pangrango


Gunung Gede-PangrangoGunung Gede – Pangrango terletak di daerah Jawa Barat. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kalinya diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Keadaan alamnya yang khas dan unik, menjadikan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama. Kawasan ini memiliki dua puncak yakni Gunung Gede 2.958 mdpl dan Gunung Pangrango 3.019 mdpl. Kedua puncak ini dihubungkan sebuah pelana lembah dinamai Kandang Badak 2.393 mdpl.
Untuk menjaga rehabilitasi dan recovery ekosistem alami hutan hujan Gunung Gede Pangrango, kegiatan pendakian ditutup antara 1 Januari s.d 31 Maret dan Bulan Agustus.
Sementara untuk kegiatan rekreasi lainnya seperti rekreasi ke Air Terjun Cibeureum, dan rekreasi lain dibuka sepanjang tahun.

Ekosistem Taman Nasional Gede – Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari ekosistem sub-montana, montana, sub-alpin, danau, rawa, dan savana. Ekosistem sub-montana dicirikan oleh banyaknya pohon-pohon yang besar dan tinggi seperti jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan puspa (Schima walliichii). Sedangkan ekosistem sub-alphin dicirikan oleh adanya dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangerangensis, bunga eidelweis (Anaphalis javanica), violet (Viola pilosa), dan cantigi (Vaccinium varingiaefolium).
Satwa primata yang terancam punah dan terdapat di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango yaitu owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata comata), dan lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus); dan satwa langka lainnya seperti macan tutul (Panthera pardus melas), landak Jawa (Hystrix brachyura brachyura), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), dan musang tenggorokan kuning (Martes flavigula).
Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis diantaranya burung langka yaitu elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan burung hantu (Otus angelinae).
Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977, dan sebagai Sister Park dengan Taman Negara di Malaysia pada tahun 1995.

Peraturan Pendakian Gede – Pangrango

· Melapor kepada petugas di pintu masuk dan di pintu keluar. Petugas akan memeriksa perlengkapan bawaan Anda dan ijin anda sebelum dan setelah pendakian.
· Dilarang membawa binatang dan tumbuhan dari luar ke dalam kawasan TNGGP.
· Dilarang memberi makanan kepada satwa.
· Tidak diijinkan membuat api di dalam kawasan, kecuali pada lokasi yang sudah diijinkan.
· Dilarang merusak, memindahkan, mencoret-coret sarana dan prasarana di dalam kawasan.
· Dilarang memetik, memindahkan, dan mengambil tumbuhan dari dalam kawasan.
· Jangan berjalan di luar jalur / track utama yang sudah ditentukan.
· Jangan membuang dan meninggalkan sampah di dalam kawasan, bawa sampah Anda ketika turun dari gunung.
· Dilarang membawa shampo, sabun, odol dan bahan detergen lain yang dapat mencemari air tanah.
· Dilarang membawa radio, alat musik, minuman beralkohol, dan narkoba kedalam kawasan.
Bagi siapa saja yang ingin mendaki ke Gunung Gede dan Pangrango wajib untuk mendapatkan ijin SIMAKSI di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dengan melakukan booking sebelumnya. Lama maksimum pendakian adalah 2 hari 1 malam.
Untuk mengurangi dampak negatif kepada lingkungan dan agar pengalaman saat mendaki memuaskan, maka TNGGP menetapkan sistem kuota,yaitu 600 orang pendaki per hari melalui 3 pintu masuk dengan pembagian: Cibodas 300 orang, Gunung Putri 200 orang, dan Selabintana 100 orang.

Persyaratan Mendaki Gede – Pangrango

jalur gede-pangrango1. Setiap pendaki harus menunjukkan ijin, dan ijin dapat diperoleh di Kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas. Pengajuan ijin pendakian menggunakan sistem booking dengan batas waktu minimum pengajuan adalah 3 (tiga) hari dan maksimum 1 (satu) bulan sebelum tanggal pendakian.
Sebagai informasi kegiatan pendakian melalui 3 (tiga) pintu masuk yakni pintu masuk Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana. Adapun kuota masing-masing adalah pintu masuk Cibodas sebanyak 300 orang, Gunung Putri sebanyak 200 orang dan Selabintana sebanyak 100 orang
Surat Ijin Memasuki Kawasan Konservasi (SIMAKSI) bisa didapatkan dengan melakukan sistem booking terlebih dahulu disini : BOOKING SIMAKSI
Catatan: Turis Mancanegara disarankan untuk melakukan booking sebelumnya, namun dalam rangka meningkatkan kunjungan turis mancanegara dan menimbang waktu kunjungan wisman yang terbatas, maka wisman dapat memperoleh ijin di Kantor Balai Besar TNGGP pada hari saat ingin mendaki.
2. Tiket dan Asuransi
  • Wisatawan Domestik  >>Tiket masuk: Rp. 2.500/hari/orang >>Asuransi : Rp. 2.000/orang
  • Wisatawan Asing >>Tiket masuk: Rp. 20.000/hari/orang.>>Asuransi : Rp. 2.000/orang
Orang asing yang menunjukkan KTP atau KITAS dapat memperoleh harga tiket yang sama dengan wisatawan lokal.
3. Menyerahkan fotocopy Identitas resmi (Passport/KTP/KITAS/SIM/Kartu Mahasiswa/Pelajar). Fotocopy tidak akan dikembalikan.
4. Jika anda berumur < 17 tahun, diwajibkan menyerahkan surat ijin dari orang tua yang ditanda tangani diatas materai Rp. 6.000,- dan melampirkan fotocopy Identitas resmi orang tua yang masih berlaku.

Perlengkapan yang perlu dibawa

  • Untuk pendakian 1 hari (tanpa bermalam), bawalah jaket hujan, lampu senter, dan makanan dan minuman yang cukup.
  • Jika ingin kemping di kandang badak atau alun-alun, selain barang-barang diatas, persiapkan juga tenda, perlengkapan memasak, kantong tidur, matras, dan pakaian hangat. Anda dapat menyewa perlengkapan diatas di beberapa toko peralatan kemping di Cibodas. Bawalah kantong plastik besar yang dapat dipergunakan misalnya untuk membawa sampah-sampah anda kembali.

Beberapa Rute Favorit

Pendakian 1 hari ke Air Panas

  • 6 jam pulang pergi – ( Cibodas-Telaga Biru-Terjun Cibeureum-Air Panas)

Pendakian 1 hari ke Puncak Gunung Gede

  • 11 jam pulang pergi -Sama dengan perjalanan sampai Air Panas, kemudian…Kandang Badak sampai di Puncak Gunung Gede dan kembali ke Cibodas

2 hari 1 malam Pendakian ke Puncak Gede (Cibodas – Cibodas)

  • Hari ke 1 ( 5 jam) … ( CibodasTelaga Biru-Air Terjun Cibeureum-Air Panas-Kandang Badak)
  • Hari ke 2 (8 jam) – Sampai di Puncak Gunung Gede dan kembali ke Cibodas

2 hari 1 malam ke Puncak Gunung Gede (Cibodas- Gunung Putri)

  • Hari ke I (8 jam) – (Cibodas-Telaga Biru-Air Terjun Cibeureum-Air Panas-Kandang Badak-Puncak Gunung Gede-Alun-Alun Suryakencana
  • Hari ke II (4 jam) – Istirahat di Alun-Alun Suryakencana dan turun ke Gunung Putri. Walaupun jalan sedikit curam, tapi butuh waktu lebih pendek ketika menurun.
Selamat Mendaki, Jagalah Kelestarian Alam ….